Kamis, 11 Desember 2014

The Loneliness Feeling

       Kesepian.. Kalau kata anak jaman sekarang sih kesuwungan. Bagi mereka yang di luar sana yang ngakunya sih anak gaul, sering kali mengartikan kesuwungan itu sebagai kejombloan akibat gak punya pacar(?) Hell to the low, hello? Kesuwungan itu gak harus seperti itu kok. Walaupun penulisnya (aku) masih ngejomblo.. Sebenarnya, kesuwungan atau rasa kesepian itu bisa datang kapan aja, dimana aja, dan ke siapa aja. Bahkan kepada mereka-mereka yang udah taken. 
       Kesepian adalah suatu perasaan galau, sedih, sepi, stress, bahkan penderitaan yang dirasakan tiap-tiap orang walaupun tiap-tiap rasa dari kesepian itu gak sama. Rasa kesepian bisa datang kapan aja bahkan disaat lingkungan sekitar kita terasa ramai namun, hati kita merasakan kesepian yang luar biasa. Sepi karna gak ada yang ngajakin becanda atau ngobrol. ataupun rasa sepi yang tiba-tiba muncul begitu saja.Tidak ada yang bisa menebak kapan rasa kesepian kita itu datang. Sering sekali rasanya aku merasa kesepian... Di tempat keramaian aku merasa bahwa aku ini sendiri, tidak ada yang peduli, bahkan menganggapku ada disana. Biarpun ada beberapa orang yang aku kenal, but they don't seem to understand even care for me. Sedih rasanya, ketika aku selalu ada untuk mereka (teman-temanku) namun, dimanakah mereka berada? Tak pernah ada kabar.. Yang hanya datang di saat membutuhkan ku, yang selalu hilang di saat ku kesepian.. Mungkinkah aku terlalu meminta banyak perhatian dari mereka? Sehingga mereka sendiripun merasa kesal dan muak padaku. Tak tau, aku tak dapat menebak isi hati mereka.
       Ketika aku merasa bosan dan kesepian di sekolah, aku selalu merasa ingin pulang..
Rumah.. Tempat dimana aku bisa menjadi diriku sendiri, tempat dimana aku dapat berbahagia dengan keluargaku. Tapi, biarpun diriku sudah di rumah tidak menutup kemungkinan bahwa aku tidak akan merasa kesepian. Aku tidak punya teman seumuranku di rumah, hanya mama dan papa teman setia ku yang selalu menemaniku sepanjang hari. Sedang teman di sekitar rumah yang aku punya hanyalah Aziz dan sepupunya Dimas. Mereka baik kepadaku, dapat membuatku tertawa, dan melupakan masalahku. Maklum, pertemananku dan Aziz sudah berlangsung sejak kami masih bayi, jadi kami tau betul bagaimana sifat kami masing-masing.
         Kesepian terus saja melanda hari-hari ku tanpa henti 24/7. Terkadang kesepian itu muncul saat aku sudah tidak ada PR, tidak ada ilm yang menarik untuk di tonton, sendirian di rumah, dan dikala merindukan seseorang. Bukan seseorang yang spesial memang, namun dapat membuatku tersenyum, tertawa, benci, menenangkan, bahkan membuat ku menangis. Tapi sayang, bagiku, dia bukanlah dirinya yang pertama kali ku kenal dulu. Aku tau dia sibuk.. Ya, mengingat sekarang dia seorang ketua MPK. Tapi, tak ku sangka hal itu merubahnya menjadi orang lain. Ada juga, seorang teman yang telah aku anggap seperti big bro yang kata-katanya dalam menasihatiku layaknya seorang kakak saja. Tapi dia berubah menjadi seorang yang acuh, tdk peduli lagi.. Mungkin, karena seorang wanita yang sudah mengisi hatinya. Kalaupun boleh jujur aku tak suka dengan wanita itu yang membuat my big bro jadi berubah.
          Tapi, aku mencoba menghadapi loneliness feeling ini bagaimanapun caranya. Cara ampuhku sih, tidur, bernyanyi sesuka hati, menangis, dan melakukan hal-hal konyol dan hal-hal lainnya yang bisa membuat ku tersenyum dan melupakan rasa kesepianku itu, THE END.

XoXo,

The Writer, The Bittersweet Taste Of Life. 

Rabu, 10 Desember 2014

Bingungnya jadi Diriku

        Bingungnya jadi diriku.. Aku yakin kalimat seperti itu pernah terjadi kpd kalian semua, paling tidak satu kali. Sering kali aku mempertanyakan setiap apa yang telah diberikan Allah padaku. Terkadang aku merasa bahwa Allah itu tidak adil kepada umatnya, padahal aku sendiri tahu bahwa Allah pasti memberi yang terbaik untuk umatnya. Mungkin aku tak suka bahkan membencinya, namun bagi Allah yang mengetahui segalanya mengingat Ia lah yang menciptakan kita pula hingga dapat menikmati indahnya dunia ini, apa yang telah diberikan-Nya kepada kita memang mungkin tidak mendapat feedback secara langsung dan significant untuk kita saat ini tapi untuk di hari esok, siapa yang tau? Well, hanya Allah yang tahu dan kita seharunya bersyukur atas segala sesuattu yang telah diberikan-Nya kepada kita.
        Pernah aku berpikir, "kenapa Allah memberikan cobaan yang sama lagi kepada ku untuk kesekian kalinya? Apa yang telah aku lakukan? Apakah aku kurang bersyukur kepada-Mu? Atau sebegitukah Engkau membenciku?" dan aku yakin semua orang pasti pernah merasakan apa yang ku rasakan, karna kta bukanlah yang maha sempurna, hanya Allah lah Yang Maha Sempurna. Selama ini aku mencoba untuk positive thinking terhadap segala sesuatu, baik kepada orang lain, ujian-ujian, bahkan teradap diriku sendiri! Dapatkah kalian memayangkann betapa bingungnya aku setelah hidup selama 16 tahun lebih lamanya dengan segala bentuk kekejaman, keburukan, kenistaan, keinndahan, segala kenikmatan sesaat yang aku dan kalian rasakan di bumi ini.
        Aku merasa jika akutelah melakukan apa yang seharusnya, namun apa yang aku dapat? Nothing! Akupun mulai bertanya-tanya, "hal apalagi yang harus ku lakukan agar bisa mendapatkan nilai dan menjadi seorang yang pandai? Rasanya itu semua sia-sia, karna tak ada satu jurus yang mujarap yang dapat membawaku ke atas awan." Hmm.. Mungkin inilah hidup, butuh perjuang yang sangat berat bahkan sampai ke titik darah pengahabisan layaknya seorang ksatria di medan perang.